News Banggae — Kecelakaan tragis terjadi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Jumat (31/10/2025). Seorang bocah berusia lima tahun meninggal dunia setelah tertabrak truk saat menyeberang jalan di kawasan Desa Uso, Kecamatan Batui.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.00 WITA. Berdasarkan keterangan saksi mata, korban yang diketahui berinisial AR tengah menyeberang jalan untuk menghampiri ibunya di seberang jalan. Namun, dari arah berlawanan melaju sebuah truk bermuatan material yang tidak sempat mengerem dan langsung menabrak korban.
“Anak itu tiba-tiba menyeberang, sopir truk sudah berusaha menghindar, tapi jarak terlalu dekat,” ungkap salah satu warga, Andi (37), yang berada di lokasi kejadian.
Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Batui, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka parah di bagian kepala dan dada.
Polisi Langsung Amankan Sopir Truk
Usai kejadian, Satlantas Polres Banggai langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sopir truk beserta kendaraannya.
Kasat Lantas Polres Banggai, AKP I Made Suarta, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, truk pengangkut material tersebut dikemudikan oleh pria berinisial SM (42), warga Kecamatan Toili.
“Sopir sudah kami amankan untuk dimintai keterangan. Kami juga masih menyelidiki apakah ada unsur kelalaian dalam kejadian ini,” ujar AKP I Made Suarta.
Imbauan untuk Warga dan Orang Tua
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama para orang tua yang memiliki anak kecil. Jalan lintas di kawasan Batui dikenal cukup ramai dengan lalu lintas truk besar yang melintas dari dan menuju kawasan industri.
“Kami mengingatkan agar anak-anak tidak dibiarkan bermain atau menyeberang sendiri di jalan raya. Pengawasan orang tua sangat penting untuk mencegah hal serupa,” tambah Kasat Lantas.
Duka Mendalam Warga Sekitar
Kematian bocah lima tahun itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Rencananya, jenazah korban akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Uso pada Sabtu pagi (1/11/2025).
Warga berharap agar pemerintah daerah bersama pihak kepolisian memperketat pengawasan lalu lintas, khususnya di jalan-jalan padat kendaraan berat.









