, ,

Pemkab Banggai Susun RISPAL untuk Jaga Keseimbangan Pembangunan dan Kelestarian Lingkungan

by -609 Views
cek disini

News Banggae Pemerintah Kabupaten Banggai tengah menyusun Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RISPAL) sebagai upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan daerah dan kelestarian lingkungan pesisir. Penyusunan dokumen strategis ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, melibatkan dinas terkait, akademisi, dan perwakilan masyarakat pesisir.

Pemkab Banggai Susun Rencana Sistem Pengelolaan Air Limbah - Celebes News  Agency
Pemkab Banggai Susun RISPAL untuk Jaga Keseimbangan Pembangunan dan Kelestarian Lingkungan

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Banggai, Abdul Rahman Lapasere, menjelaskan bahwa RISPAL menjadi instrumen penting dalam pengelolaan sumber daya pesisir agar pemanfaatannya tidak bertentangan dengan prinsip keberlanjutan.

Baca Juga : Dorong Penemuan Cadangan Baru Migas, Pemkab Banggai Bersama PT Pertamina EP Gelar Sosialisasi Survey Seismik 2D dan 3D Tedong

“Wilayah pesisir kita memiliki potensi besar, tapi juga sangat rentan terhadap kerusakan. Melalui RISPAL, kami ingin memastikan pemanfaatan ruang laut dilakukan secara terencana dan berkelanjutan,” ujar Rahman di sela kegiatan forum konsultasi publik, Kamis (13/11/2025).

Atur Zonasi untuk Industri, Konservasi, dan Pariwisata

Dokumen RISPAL akan memuat pengaturan zonasi pemanfaatan ruang laut, termasuk area untuk perikanan tangkap, industri maritim, konservasi, hingga pengembangan pariwisata bahari. Dengan adanya rencana ini, Pemkab Banggai berharap tidak ada tumpang tindih kepentingan antara pelaku usaha, masyarakat nelayan, dan pemerintah.

“Kita ingin ada kejelasan zona agar investasi dan kegiatan masyarakat bisa berjalan berdampingan tanpa merusak ekosistem laut,” tambah Rahman.

Menurutnya, kawasan pesisir Banggai merupakan salah satu wilayah dengan biodiversitas tinggi di Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, perlindungan habitat laut seperti terumbu karang dan padang lamun menjadi salah satu fokus utama dalam RISPAL.

Libatkan Masyarakat dan Akademisi

Pemerintah daerah juga melibatkan akademisi dari Universitas Tompotika dan lembaga penelitian kelautan dalam proses penyusunan. Partisipasi masyarakat pesisir dianggap krusial karena mereka yang paling merasakan dampak langsung dari kebijakan pengelolaan ruang laut.

“Masukan dari masyarakat pesisir sangat penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak pada keberlanjutan dan kesejahteraan,” kata Rahman.

Langkah Menuju Pembangunan Hijau

Bupati Banggai Amirudin Tamoreka dalam keterangannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan yang berwawasan lingkungan.

“Kami ingin Banggai tumbuh sebagai daerah maritim yang maju tanpa mengorbankan alam. RISPAL ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen kami terhadap pembangunan hijau,” ujarnya.

Penyusunan RISPAL Banggai ditargetkan rampung pada pertengahan 2026, sebelum ditetapkan melalui peraturan daerah (Perda).

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.